Kunjungan Akademisi Jurusan Pertanian UBT ke Desa Laban Nyarit
DESA LABAN NYARIT – melangkah menuju masa depan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan. Potensi alam yang melimpah serta kondisi lingkungan yang sangat mendukung menjadi modal utama bagi masyarakat setempat untuk mengembangkan usaha pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Hal ini semakin diperkuat melalui kunjungan dari akademisi Universitas Borneo Tarakan Fakultas Pertanian (Wahyu), yang mendorong penguatan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) dengan sistem agroforestri berbasis kopi sebagai andalan utama.

Dalam kunjungannya beliau menyampaikan bahwa Desa Laban Nyarit memiliki keunggulan geografis dan ekologis yang jarang dimiliki daerah lain. “Ketinggian tempat, curah hujan yang merata sepanjang tahun, serta jenis tanah yang subur dan kaya unsur hara menjadikan wilayah ini sangat ideal untuk budidaya tanaman bernilai tinggi. Jika dikelola dengan cara yang tepat, potensi ini bisa mengubah perekonomian desa secara signifikan,”
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu juga mendorong agar kelembagaan KUPS yang ada di Desa Laban Nyarit ditingkatkan perannya. “KUPS bukan sekadar kelompok berkumpul, melainkan wadah yang bisa mengatur dari hulu ke hilir. Mulai dari penyediaan bibit unggul, penerapan teknik budidaya yang baik, pengolahan pasca panen hingga pengemasan dan pemasaran,” tegasnya.
Dengan bekerja secara terorganisir dalam kelompok, petani akan memiliki posisi tawar yang lebih kuat saat menjual hasil panen. Selain itu, akses terhadap pelatihan, bantuan teknologi, dan informasi pasar akan menjadi lebih mudah didapatkan.
Langkah ini membuktikan bahwa kemajuan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. Dengan bimbingan ilmu pengetahuan dan semangat gotong royong masyarakat, cita-cita mewujudkan komoditas unggulan desa yang berkualitas tinggi dan berdaya saing tinggi bukan lagi sekadar angan, melainkan sebuah rencana yang bisa diwujudkan secara nyata